Selasa, 18 Oktober 2016
Senin, 10 Oktober 2016
Jumat, 07 Oktober 2016
Ringkasan Materi : Membuat mail merge/ surat masal
Ringkasan
Materi : Membuat mail merge/ surat masal
I.
STANDAR KOMPETENSI
Menggunakan
perangkat lunak pengolah kata
II.
KOMPETENSI DASAR
Membuat mail
merge/ surat masal
III. INDIKATOR
No
|
Indikator
|
Nilai
Karakter
|
1
|
Membuat dokumen induk
sendiri
|
Rasa ingin tahu, Kreatif,
Tanggungjawab
|
2
|
Membuat sumber data
sendiri
|
Rasa ingin tahu, Kreatif,
Tanggungjawab
|
3
|
Menggabungkan dokumen
induk dengan sumber data
|
Rasa ingin tahu, Kreatif,
Tanggungjawab
|
IV.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dengan mempraktekkan
secara langsung, peserta didik mampu membuat dokumen induk untuk master surat
sendiri dan selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam, semakin kreatif
dalam membuat surat bebas serta bertanggungjawab terhadap tugas yang
diberikannya.
2. Dengan mempraktekkan
secara langsung, peserta didik mampu membuat sumber data sendiri dan selalu
berupaya untuk mengetahui lebih mendalam, semakin kreatif dalam membuat surat
bebas serta bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikannya.
3. Dengan mempraktekkan
secara langsung, peserta didik mampu menggabungkan dokumen induk dengan sumber
data sendiri dan selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam, semakin
kreatif dalam membuat surat bebas serta bertanggungjawab terhadap tugas yang
diberikannya.
V.
MATERI PEMBELAJARAN :
Mailmerge/ surat masal/ menggabungkan surat
MAILMERGE/ SURAT MASAL/
MENGGABUNGKAN SURAT
Mailmerge adalah salah satu
fasilitas yang dimiliki oleh Microsoft Word untuk membuat surat masal yang
dikirim ke beberapa alamat. Mailmerge ini memungkinkan kita untuk membuat
sebuah surat dengan inti yang sama tetapi dengan tujuan yang berbeda, sehingga
kita tidak menulis tangan terhadap tujuan yang berbeda tersebut. Hal-hal yang
perlu dipersiapkan yaitu:
1. Master Surat/ Surat Induk
Master surat merupakan induk atau blangko surat.
2. Sumber data (Data
Source)
Sumber data merupakan data isian dari induk atau
blangko surat yang sudah dibuat
3. Menggabungkan surat induk
dengan sumber data
Setelah membuat surat induk dan
sumber data maka kita dapat menggabungkan (merge) data tersebut.
Langkah-langkah untuk
pembuatan surat masal adalah sebagai berikut:
1. Ketiklah master surat/ surat induk berikut
ini :Rabu, 07 September 2016
Rabu, 01 Juni 2016
DAFTAR SISWA YANG MENGIKUTI MARTIKULASI TAHUN 2015-2016 SMAK DIPONEGORO BLITAR
DAFTAR SISWA YANG MENGIKUTI MARTIKULASI
TAHUN PELAJARAN 2015-2016
Pilihlah namamu untuk mendownload
| NO | NIS | NAMA | KELAS ASAL | KELAS BARU | CATATAN |
| 1 | 18179 | Eliyakim Sepleng | X-PIA | XI-PIB | |
| 2 | 18136 | Agnes Diana Kusumaningayu | X-PIB | XI-PIA1 | |
| 3 | 18160 | Candra Sani Purnomo | X-PIS | XI-PIA1 | |
| 4 | 18274 | Wira Krismon Prapmanda P | X-PIS | XI-PIA1 | |
| 5 | 18187 | Fajar Hadi Kusuma | X-PIS | XI-PIA2 | |
| 6 | 18228 | Marta Theresia Rosario A L | X-PIB | XI-PIA2 | |
| 7 | 18135 | Adi Dharma Putra Setiawan | X-PIA | XI-PIS1 | |
| 8 | 18140 | Aliyang Bimbi Suendi | X-PIA | XI-PIS1 | |
| 9 | 18176 | Dimas Prima Kriswiadi | X-PIA | XI-PIS1 | |
| 10 | 18186 | Fajar Agung Pranata | X-PIA | XI-PIS1 | |
| 11 | 18198 | Garina Cahaya Permatasari | X-PIA | XI-PIS1 | |
| 12 | 18275 | Wangsa Adi Baskara | X-PIA | XI-PIS1 | |
| 13 | 18294 | Alfons Gwijangge | X-PIA | XI-PIS1 | |
| 14 | 18137 | Albern Surya Adi | X-PIB | XI-PIS2 | |
| 15 | 18164 | Claudia Putri Dwi Rahayu | X-PIB | XI-PIS2 | |
| 16 | 18238 | Nova Tri Handayani | X-PIB | XI-PIS2 | |
| 17 | 18139 | Alenus Kogoya | X-PIA | XI-PIS2 | |
| 18 | 18168 | Davinda Kristian Febriansa | X-PIA | XI-PIS2 | |
| 19 | 18170 | Deny Setiawan | X-PIA | XI-PIS2 | |
| 20 | 18197 | Gabriel Gading Sanjaya | X-PIA | XI-PIS2 | |
| 21 | 18206 | Irfandha Fahmi Siswanto | X-PIA | XI-PIS2 | |
| 22 | 18229 | Meki Kogoya | X-PIA | XI-PIS2 | |
| 23 | 18293 | Seri Gwijangge | X-PIA | XI-PIS2 | |
| 24 | 18142 | Andry Kristanto | X-PIA | XI-PIS3 | |
| 25 | 18236 | Naufal Helmi Siswanto | X-PIA | XI-PIS3 | |
| 26 | 18241 | Olivia Lora Candra | X-PIA | XI-PIS3 | |
| 27 | 18243 | Pujo Angudi | X-PIA | XI-PIS3 | |
| 28 | 18272 | Weki Penggu | X-PIA | XI-PIS3 | |
| 29 | 18349 | Ganis Avia | X-PIB | X-PIS1 | |
| 30 | 18402 | Silvi Natalia | X-PIA | X-PIB | |
| 31 | 18427 | Lutdiani Feti Okta Ferina | Pindahan | X-PIA | |
| 32 | 18428 | Irvan Akbar Darmawan | Pindahan | X-PIA | |
| 33 | 18426 | Caecilia Pramudita K. | Pindahan | X-PIS1 | |
| 34 | 18429 | Rahadian Pramaulidia Alfian | Pindahan | X-PIS2 | |
| 35 | 18430 | Raja Sanjay Agassy | Pindahan | X-PIS2 | |
Sabtu, 02 April 2016
Sepuluh Cara untuk Melatih Integritas sebagai Seorang Pendidik
A. Pengetian Intregritas
Integritas adalah mutu, sifat, dan keadaan yang menggambarkan kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)[1].
Pengertian Integritas Menurut Para Ahli [2] :
1. Henry Cloud
Menurut Henry Cloud, ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh dan terpadu di setiap bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas sangat terkait dengan keutuhan dan keefektifan seseorang sebagai insan manusia.
2. Ippho Santoso
Menurut Ippho Santoso, integiras sering diartikan sebagai menyatunya pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas memiliki makna berbicara secara utuh dan lengkap/sepenuh – penuhnya.
3. Andreas Harefa
Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten.
Jack Welch, dalam bukunya yang berjudul “Winning” mengatakan, “integritas adalah sepatah kata yang kabur (tidak jelas). Orang-orang yang memiliki integritas mengatakan kebenaran, dan orang-orang itu memegang kata-kata mereka. Mereka bertanggung-jawab atas tindakan-tindakan mereka di masa lalu, mengakui kesalahan mereka dan mengoreksinya. Mereka mengetahui hukum yang berlaku dalam negara mereka, industri mereka dan perusahaan mereka – baik yang tersurat maupun yang tersirat – dan mentaatinya. Mereka bermain untuk menang secara benar (bersih), seturut peraturan yang berlaku. ”Berbagai survei dan studi kasus telah mengidentifikasikan integritas atau kejujuran sebagai suatu karakteristik pribadi yang paling dihasrati dalam diri seorang pemimpin.[3]
B. Integritas Seorang Pendidik
Integritas seorang pendidik memang dibutuhkan dalam pencapaian profesionalisme. Bukan hanya sekadar membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau administrasi lainnya. Akan tetapi wujud dari integrasi diri perlu diperlihatkan.
Integritas merupakan gabungan dari moral dan nilai-nilai. Pendidik yang mengajar dengan integritas berarti ia mengajar dari lubuk hatinya yang terdalam, menyatu dengan siswa dan membangkitkan gairah mereka untuk senang belajar atau mencintai pelajaran. Pendidik yang memiliki kharisma semacam ini akan menikmati harmonisasi kehidupan daam dirinya dan betul-betul merasa bahagia dengan pilihan karirnya.
Menurut Paul Suparno, S.J. [4], contoh pendidik yang berintegritas rendah sebagai berikut :
Maka, untuk menjadi pendidik yang berintegritas, kita pelu melatih diri untuk mencapai tujuan integritas itu sendiri sebagai pendidik. Seperti dikutip dalam 55 Teaching Dilemmas [5], Sepuluh cara untuk melatih integritas :
[1] http://kbbi.web.id/integritas
[2] http://pengertiandefinisi.com/pengertian-integritas-menurut-pandangan-para-ahli/
[3] http://ot.id/tips-profesional/integritas-dan-komitmen-dalam-bekerja
[4] https://repository.usd.ac.id/1263/1/1606_20150723+integritas+bsd.pdf
[5]Kathy Paterson, (2007), 55 Teaching Dilemmas (55 Dilema dalam Pengajaran), PT. Grasindo, Jakarta
[6] https://id.wikipedia.org/wiki/Ambivalensi
(Nit)
Sumber dari :http://wacana.siap.web.id/2016/04/sepuluh-cara-untuk-melatih-integritas-sebagai-seorang-pendidik.html#.Vv9sgF4xHCM
Integritas adalah mutu, sifat, dan keadaan yang menggambarkan kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)[1].
Pengertian Integritas Menurut Para Ahli [2] :
1. Henry Cloud
Menurut Henry Cloud, ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh dan terpadu di setiap bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas sangat terkait dengan keutuhan dan keefektifan seseorang sebagai insan manusia.
2. Ippho Santoso
Menurut Ippho Santoso, integiras sering diartikan sebagai menyatunya pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas memiliki makna berbicara secara utuh dan lengkap/sepenuh – penuhnya.
3. Andreas Harefa
Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten.
Jack Welch, dalam bukunya yang berjudul “Winning” mengatakan, “integritas adalah sepatah kata yang kabur (tidak jelas). Orang-orang yang memiliki integritas mengatakan kebenaran, dan orang-orang itu memegang kata-kata mereka. Mereka bertanggung-jawab atas tindakan-tindakan mereka di masa lalu, mengakui kesalahan mereka dan mengoreksinya. Mereka mengetahui hukum yang berlaku dalam negara mereka, industri mereka dan perusahaan mereka – baik yang tersurat maupun yang tersirat – dan mentaatinya. Mereka bermain untuk menang secara benar (bersih), seturut peraturan yang berlaku. ”Berbagai survei dan studi kasus telah mengidentifikasikan integritas atau kejujuran sebagai suatu karakteristik pribadi yang paling dihasrati dalam diri seorang pemimpin.[3]
B. Integritas Seorang Pendidik
Integritas seorang pendidik memang dibutuhkan dalam pencapaian profesionalisme. Bukan hanya sekadar membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau administrasi lainnya. Akan tetapi wujud dari integrasi diri perlu diperlihatkan.
Integritas merupakan gabungan dari moral dan nilai-nilai. Pendidik yang mengajar dengan integritas berarti ia mengajar dari lubuk hatinya yang terdalam, menyatu dengan siswa dan membangkitkan gairah mereka untuk senang belajar atau mencintai pelajaran. Pendidik yang memiliki kharisma semacam ini akan menikmati harmonisasi kehidupan daam dirinya dan betul-betul merasa bahagia dengan pilihan karirnya.
Menurut Paul Suparno, S.J. [4], contoh pendidik yang berintegritas rendah sebagai berikut :
- Mengaku guru tersertifikasi, tetapi kalau mengajar hanya duduk dan membiarkan siswa ramai sendiri; dia jalan-jalan merokok di luar
- Mengaku sebagai pendidik, ternyata datang terlambat, koreksi terlambat, tidak pernah meningkatkan kemampuan mengajarnya
- Mengaku masih single, ternyata sudah punya anak 2
- Mengaku mencintai siswa, ternyata waktu ada siswa jatuh dan alami kecelakaan, hanya diam berdiri saja tidak menolong
- Mengatakan berkolega sama guru lain, nyatanya tidak pernah mau terlibat dalam percaturan bersama, selalu menyendiri, merasa hebat sendiri
- Tanggungjawab dengan tugasnya sebagai pendidik
- Memberikan yang menjadi hak dan kewajibannya
- Terus belajar mengembangkan diri, sehngga professional
- Mencintai siswa untuk maju
- Sertifikasi: tanggungjawab pada perkembangan anak didik
- Jujur, terus terang
- Terbuka, apa adanya
- Berani mengakui positif dan negatifnya
- Mau kerjasama dengan sesama guru dalam pengembangan sekolah
- Tidak menipu dalam proses laporan, pengembangan, dan sertifikasi
- Omongan dan tindakannya sama, konsisten
Maka, untuk menjadi pendidik yang berintegritas, kita pelu melatih diri untuk mencapai tujuan integritas itu sendiri sebagai pendidik. Seperti dikutip dalam 55 Teaching Dilemmas [5], Sepuluh cara untuk melatih integritas :
- Kenali diri Anda sendiri. Butlah catatan yang berisi daftar tujuan profesional dan tujuan pribadi Anda sesuai prioritasnya sehingga Anda tahu persis mana yang paling penting buat Anda. Selanjutnya sesuaikan tujuan-tujuan tersebut dengan filosofi pendidikan Anda.
- Kerjakan masalah-masalah yang penting dengan hati-hati, bersiaplah untuk menjadi saksi atas apa yang Anda yakini itu.
- Bila berhadpan dengan konflik, cari waktu untuk memahami beberapa kemungkinan jalan keluar, termasuk pengaruhnya bagi diri Anda dan bagi orang lain. Anda selanjutnya akan membuat pilihan yang terbaik, yang sejalan dengan filosofi pribadi serta sistem nilai. Bertindak sesuai dengan dorongan hati dapat membahayakan integritas Anda sebagai seorang guru.
- Peganglah komitmen Anda. Kenalilah apa yang diharapkan dari Anda, lalu kerjakanlah bila waktu sudah memungkinkan.
- Anda hanya boleh membuat janji untuk hal-hal yang dapat Anda lakukan dan berusahalah dengan keras untuk menyelesaikan semua pekerjaan Anda hingga selesai.
- Mengajarlah dengan cara-cara yang dapat mencerminkan diri Anda sebenarnya, ketertarikan dan kepercayaan Anda, serta apa saja yang membuat Anda mudah tersinggung/terluka.
- Tunjukkan tanggungjawab intelektual Anda. Perbarui terus pengetahuan Anda dengan hadir dalam konferensi-konferensi dan lokakarya.
- Praktikkan atau latihlah pepatah kuno : Bila Anda tidak dapat mengatakan sesuatu yang baik, lebih baik tidak berkata apapun.
- Hargailah siswa Anda dengan pendekatan pribadi bila Anda ingin membicarakan masalah-masalah khusus dengan mereka. Katakanlah kepada mereka secara jujur apa yang ingin Anda katakan.
- Sejauh kemampuan Anda, lakukan dan jadikanlah Anda guru yang terbaik dan pribadi yang menikmati pekerjaan tanpa ambivalensi [6].
[1] http://kbbi.web.id/integritas
[2] http://pengertiandefinisi.com/pengertian-integritas-menurut-pandangan-para-ahli/
[3] http://ot.id/tips-profesional/integritas-dan-komitmen-dalam-bekerja
[4] https://repository.usd.ac.id/1263/1/1606_20150723+integritas+bsd.pdf
[5]Kathy Paterson, (2007), 55 Teaching Dilemmas (55 Dilema dalam Pengajaran), PT. Grasindo, Jakarta
[6] https://id.wikipedia.org/wiki/Ambivalensi
(Nit)
Sumber dari :http://wacana.siap.web.id/2016/04/sepuluh-cara-untuk-melatih-integritas-sebagai-seorang-pendidik.html#.Vv9sgF4xHCM
Sabtu, 12 Maret 2016
RANGKING KELAS IPA SMAK DIPONEGORO TP 2015/2016
SMAK DIPONEGORO BLITAR
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
| No | NIS | NISN | NAMA | Kelas | S_Nilai | Rang_Kls | Rangk_Pararel |
| 1 | 18025 | 9980348682 | Fradilla Chorysofa | XII-PIA 2 | 2278 | 1 | 1 |
| 2 | 18064 | 9980348712 | Octa Kusuma Dewi | XII-PIA 2 | 2278 | 1 | 1 |
| 3 | 18091 | 9980404147 | Steven Wihono | XII-PIA 1 | 2269 | 1 | 3 |
| 4 | 18031 | 9980348892 | Helen Priscilla Soeliono | XII-PIA 1 | 2234 | 2 | 4 |
| 5 | 18102 | 9984623018 | Theresia Wilma Kayame | XII-PIA 2 | 2231 | 3 | 5 |
| 6 | 17983 | 9980404168 | Andreas Leonando | XII-PIA 1 | 2228 | 3 | 6 |
| 7 | 18034 | 9975090492 | Ika Puspitasari | XII-PIA 2 | 2206 | 4 | 7 |
| 8 | 18134 | 9974433695 | Gregorius Randy Wijaya | XII-PIA 1 | 2201 | 4 | 8 |
| 9 | 18052 | 9985073191 | Mega Nanda Setia Negara | XII-PIA 2 | 2200 | 5 | 9 |
| 10 | 18093 | 9980421838 | Sylvia Limeida | XII-PIA 2 | 2199 | 6 | 10 |
| 11 | 18095 | 9994631958 | Talitha Prastiawan Ningtias | XII-PIA 1 | 2194 | 5 | 11 |
| 12 | 18017 | 9905733110 | Ellyeta Linda Santika Anggraeni | XII-PIA 1 | 2192 | 6 | 12 |
| 13 | 18018 | 9975170995 | Ellysabeth Tampi Ghayatri | XII-PIA 2 | 2188 | 7 | 13 |
| 14 | 18001 | 9980347874 | Chindy Triyantika | XII-PIA 2 | 2185 | 8 | 14 |
| 15 | 18072 | 9969954443 | Ricky Wijaya Hardianto | XII-PIA 1 | 2184 | 7 | 15 |
| 16 | 18097 | 9984610359 | Tanti Irma Nuraini | XII-PIA 1 | 2184 | 7 | 15 |
| 17 | 18048 | 9980345808 | Martina Ola Pitaloka | XII-PIA 1 | 2183 | 9 | 17 |
| 18 | 18096 | 9984432733 | Tan Satrisna Chindy HR | XII-PIA 1 | 2183 | 9 | 17 |
| 19 | 18080 | 9970520859 | Rocky Aldo Candra | XII-PIA 2 | 2180 | 9 | 19 |
| 20 | 18111 | 9970566695 | Yessy Angelina | XII-PIA 2 | 2177 | 10 | 20 |
| 21 | 17979 | 9954300428 | Alan Bayu Angga Cris Pratama | XII-PIA 1 | 2174 | 11 | 21 |
| 22 | 18113 | 9985072375 | Yohana Yuvita Ranola Kurnia | XII-PIA 1 | 2171 | 12 | 22 |
| 23 | 18076 | 9970520306 | Rita Novita Dewi | XII-PIA 1 | 2170 | 13 | 23 |
| 24 | 18065 | 9984979667 | Olivia Agatha | XII-PIA 2 | 2169 | 11 | 24 |
| 25 | 18092 | 9986954181 | Susiani Suprihatin | XII-PIA 1 | 2168 | 14 | 25 |
| 26 | 17999 | 9972355627 | Billy Prakarsa Mabe | XII-PIA 1 | 2166 | 15 | 26 |
| 27 | 18106 | 9980404176 | Vebbe Chrisilla Roben Putri | XII-PIA 2 | 2164 | 12 | 27 |
| 28 | 18050 | 9984517625 | Mavinia Erika Yosi T | XII-PIA 2 | 2162 | 13 | 28 |
| 29 | 18046 | 9987102872 | Louisa Sharon Ghea Yulida | XII-PIA 1 | 2161 | 16 | 29 |
| 30 | 18021 | 9978760848 | Eunike Berta Prisa Ella | XII-PIA 2 | 2160 | 14 | 30 |
| 31 | 18081 | 9983793058 | Roziah | XII-PIA 1 | 2158 | 17 | 31 |
| 32 | 17984 | 9964833586 | Angga Rahayu | XII-PIA 1 | 2157 | 18 | 32 |
| 33 | 18067 | 9970507845 | Pandu Tri Pamungkas | XII-PIA 1 | 2154 | 19 | 33 |
| 34 | 18000 | 9970520875 | Camelia Wenny Setiani | XII-PIA 2 | 2154 | 15 | 33 |
| 35 | 18119 | 9985071282 | Yustina | XII-PIA 2 | 2148 | 16 | 35 |
| 36 | 18074 | 9971521040 | Rinda Natalia | XII-PIA 1 | 2147 | 20 | 36 |
| 37 | 17995 | 9984611146 | Benny Christian Aditama | XII-PIA 2 | 2144 | 17 | 37 |
| 38 | 18083 | 9980348908 | Rutria Elena Tanti | XII-PIA 2 | 2141 | 18 | 38 |
| 39 | 18030 | 9980348871 | Gregorius Algananda Hartanto Priyatno | XII-PIA 1 | 2139 | 21 | 39 |
| 40 | 17996 | 9970566703 | Bernadetha Devia Tindynoveyra | XII-PIA 2 | 2135 | 19 | 40 |
| 41 | 18110 | 9985215046 | Yeremia Risky Putri Marshanda | XII-PIA 2 | 2134 | 20 | 41 |
| 42 | 18023 | 9989387853 | Fasciola Yan Hepatica | XII-PIA 1 | 2130 | 22 | 42 |
| 43 | 17978 | 9974516524 | Agustin Nidya Maharani | XII-PIA 1 | 2129 | 23 | 43 |
| 44 | 17997 | 9960828785 | Bernadita Violin | XII-PIA 2 | 2127 | 21 | 44 |
| 45 | 18049 | 9961371051 | Ma'ruf Eka Setyana | XII-PIA 2 | 2120 | 22 | 45 |
| 46 | 18043 | 9881773058 | Krisna Dinda Damayanti | XII-PIA 2 | 2118 | 23 | 46 |
| 47 | 18051 | 9987748484 | Mawar Avionita | XII-PIA 2 | 2118 | 23 | 46 |
| 48 | 18115 | 9970520865 | Yosua Putra Perdana Lily | XII-PIA 1 | 2113 | 24 | 48 |
| 49 | 18114 | 9970585317 | Yosua Angga Winarno | XII-PIA 2 | 2108 | 25 | 49 |
| 50 | 18116 | 9974696810 | Yudif Kurniawanto | XII-PIA 2 | 2103 | 26 | 50 |
| 51 | 18118 | 9970609683 | Yunita Khrisma Lestari | XII-PIA 1 | 0 | 25 | 51 |
Langganan:
Postingan (Atom)









