Senin, 25 September 2017

TUGAS 1 TIK KELAS XII MACROMEDIA FLASH

Kerjakan soal dibawah ini dikertas dan dikumpulkan !
1.      Tuliskan beserta penjelas dari  macam-macam Dasar-dasar tool  dan  Environment Flash ?
2.      Bagimana cara mengidentifikasi fungsi menu dan tool flash?
3.      Tuliskan beserta penjelas dari  konsep kerja frame bar, layer dan timeline dalam pembuatan objek dan animasi?
4.      Tuliskan dari  bentuk-bentuk objek menggunakan tool dan Environment Flash ?
5.      Tuliskan cara menyajikan hasil bentuk-bentuk objek yang telah dibuat dengan menggunakan tool dan Environment Flash?

Selasa, 31 Januari 2017


Mata Pelajaran Pilihan UN Tidak Harus Sesuai Jurusan Kuliah  30 Januari 2017  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Ujian nasional (UN) tahun 2017 memperbolehkan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk memilih mata pelajaran yang sesuai jurusannya (IPA, IPS, dan Bahasa). Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, mengatakan, mata pelajaran pilihan sesuai jurusan siswa SMA tidak harus berhubungan dengan program studi yang dipilihnya untuk perguruan tinggi.

Nizam menuturkan, Kemendikbud sudah melakukan diskusi dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengenai kebijakan mata pelajaran pilihan di UN 2017. Siswa bebas memilih mata pelajaran untuk diujikan di UN sesuai dengan jurusannya, tanpa harus linier dengan pilihan kuliahnya nanti.

“Mata pelajaran pilihan memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan yang terbaik dari dirinya. Tidak dihubungkan dengan pilihannya di perguruan tinggi,” ujar Nizam saat jumpa pers di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK), di Depok, Jawa Barat, Kamis (26/1/2017).

Ia menambahkan, kebijakan mengenai mata pelajaran pilihan dalam UN bertujuan untuk memberikan dorongan atau motivasi kepada siswa untuk menunjukkan yang terbaik dari bidang yang diminatinya. Karena itulah mata pelajaran pilihan ditentukan oleh siswa sendiri, bukan oleh sekolah.

Setiap siswa SMA peserta UN 2017 diwajibkan memilih satu mata pelajaran (mapel) pilihan sesuai jurusan dan peminatannya. Untuk jurusan IPA, siswa dapat memilih salah satu mapel, yaitu Fisika, Kimia, atau Biologi. Untuk jurusan IPS, siswa dapat memilih salah satu mapel, yaitu Geografi, Sosiologi, atau Ekonomi. Kemudian untuk jurusan Bahasa, mapel yang dapat dipilih siswa yaitu Antropologi, Sastra Indonesia, atau Bahasa Asing (Mandarin, Jepang, Arab, Jerman, atau Perancis). (Desliana Maulipaksi)

Sumber :
Penulis : pengelola web kemdikbud

tanggal 30 Januari 2016
     http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/01/mata-pelajaran-pilihan-un-tidak-harus-sesuai-jurusan-kuliah

PERAN PROKTOR DAN TEKNISI PADA PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER TAHUN 2016

PERAN PROKTOR DAN TEKNISI PADA PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER TAHUN 2016

Pada pelaksanaan CBT di tingkat satuan pendidikan, peran proktor dan teknisi menjadi sangat vital.  Proktor adalah petugas yang diberi kewenangan sebagai pengawas pelaksanaan UN-CBT di sekolah/madrasah. Sedangkan Teknisi adalah petugas pengelola laboratorium komputer (pranata komputer) di sekolah/madrasah yang melaksanakan UN-CBT.
Karena vitalnya peran proktor dan teknisi, maka mereka yang bisa menanganinya harus memenuhi kriteria dan persyaratan tertentu. Kriteria dan persyaratan proktor adalah sebagai berikut:

  1. guru, dosen, atau widyaiswara yang memiliki kompetensi bidang teknologi informasi komunikasi (TIK);
  2. mengikuti dan lulus pelatihan sebagai proktor UN-CBT;
  3. bersedia ditugaskan sebagai proktor di sekolah/ madrasah pelaksana UN-CBT;
  4. menandatangani pakta integritas;

Sedangkan Kriteria dan persyaratan teknisi adalah sebagai berikut:

  1. guru atau staf sekolah/madrasah yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam mengelola LAN sekolah/madrasah;
  2. mengikuti pembekalan sebagai teknisi UN-CBT; dan
  3. menandatangani pakta integritas

Selengkapnya dapat dipelajari pada POS UN 2016 yang dapat didownload di sini.
Sedangkan untuk POS USBN 2016 dapat didownload di sini





Jumat, 07 Oktober 2016

Ringkasan Materi : Membuat mail merge/ surat masal

Ringkasan Materi : Membuat mail merge/ surat masal

I.       STANDAR KOMPETENSI        

      Menggunakan perangkat lunak pengolah kata

II.    KOMPETENSI DASAR

Membuat mail merge/ surat masal

III. INDIKATOR

No
Indikator
Nilai Karakter
1
Membuat dokumen induk sendiri
Rasa ingin tahu, Kreatif, Tanggungjawab
2
Membuat sumber data sendiri
Rasa ingin tahu, Kreatif, Tanggungjawab
3
Menggabungkan dokumen induk dengan sumber data
Rasa ingin tahu, Kreatif, Tanggungjawab

IV.      TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Dengan mempraktekkan secara langsung, peserta didik mampu membuat dokumen induk untuk master surat sendiri dan selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam, semakin kreatif dalam membuat surat bebas serta bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikannya.
2.      Dengan mempraktekkan secara langsung, peserta didik mampu membuat sumber data sendiri dan selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam, semakin kreatif dalam membuat surat bebas serta bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikannya.
3.      Dengan mempraktekkan secara langsung, peserta didik mampu menggabungkan dokumen induk dengan sumber data sendiri dan selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam, semakin kreatif dalam membuat surat bebas serta bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikannya.

V.         MATERI PEMBELAJARAN : Mailmerge/ surat masal/ menggabungkan surat

 

MAILMERGE/ SURAT MASAL/ MENGGABUNGKAN SURAT

Mailmerge adalah salah satu fasilitas yang dimiliki oleh Microsoft Word untuk membuat surat masal yang dikirim ke beberapa alamat. Mailmerge ini memungkinkan kita untuk membuat sebuah surat dengan inti yang sama tetapi dengan tujuan yang berbeda, sehingga kita tidak menulis tangan terhadap tujuan yang berbeda tersebut. Hal-hal yang perlu dipersiapkan yaitu:

1.      Master Surat/ Surat Induk
Master surat merupakan induk atau blangko surat.
2.      Sumber data (Data Source)
Sumber data merupakan data isian dari induk atau blangko surat yang sudah dibuat
3.      Menggabungkan surat induk dengan sumber data
Setelah membuat surat induk dan sumber data maka kita dapat menggabungkan (merge) data tersebut.

Langkah-langkah untuk pembuatan surat masal adalah sebagai berikut:
1. Ketiklah master surat/ surat induk berikut ini :





Rabu, 01 Juni 2016

DAFTAR SISWA YANG MENGIKUTI MARTIKULASI TAHUN 2015-2016 SMAK DIPONEGORO BLITAR

DAFTAR SISWA YANG MENGIKUTI MARTIKULASI 
TAHUN PELAJARAN 2015-2016 
SMAK DIPONEGORO BLITAR

Pilihlah namamu untuk mendownload



NO NIS NAMA KELAS ASAL KELAS BARU CATATAN
1 18179 Eliyakim Sepleng X-PIA XI-PIB
2 18136 Agnes Diana Kusumaningayu X-PIB XI-PIA1
3 18160 Candra Sani Purnomo X-PIS XI-PIA1
4 18274 Wira Krismon Prapmanda P X-PIS XI-PIA1
5 18187 Fajar Hadi Kusuma X-PIS XI-PIA2
6 18228 Marta Theresia Rosario A L X-PIB XI-PIA2
7 18135 Adi Dharma Putra Setiawan X-PIA XI-PIS1
8 18140 Aliyang Bimbi Suendi X-PIA XI-PIS1
9 18176 Dimas Prima Kriswiadi X-PIA XI-PIS1
10 18186 Fajar Agung Pranata X-PIA XI-PIS1
11 18198 Garina Cahaya Permatasari X-PIA XI-PIS1
12 18275 Wangsa Adi BaskaraX-PIA XI-PIS1
13 18294 Alfons Gwijangge X-PIA XI-PIS1
14 18137 Albern Surya Adi X-PIB XI-PIS2
15 18164 Claudia Putri Dwi Rahayu X-PIB XI-PIS2
16 18238 Nova Tri HandayaniX-PIB XI-PIS2
17 18139 Alenus KogoyaX-PIA XI-PIS2
18 18168 Davinda Kristian FebriansaX-PIA XI-PIS2
19 18170 Deny Setiawan X-PIA XI-PIS2
20 18197 Gabriel Gading Sanjaya X-PIA XI-PIS2
21 18206 Irfandha Fahmi SiswantoX-PIA XI-PIS2
22 18229 Meki Kogoya X-PIA XI-PIS2
23 18293 Seri Gwijangge X-PIA XI-PIS2
24 18142 Andry Kristanto X-PIA XI-PIS3
25 18236 Naufal Helmi Siswanto X-PIA XI-PIS3
26 18241 Olivia Lora Candra X-PIA XI-PIS3
27 18243 Pujo Angudi X-PIA XI-PIS3
28 18272 Weki Penggu X-PIA XI-PIS3
29 18349 Ganis Avia X-PIB X-PIS1
30 18402 Silvi Natalia X-PIA X-PIB
31 18427 Lutdiani Feti Okta Ferina Pindahan X-PIA
32 18428 Irvan Akbar Darmawan Pindahan X-PIA
33 18426 Caecilia Pramudita K. Pindahan X-PIS1
34 18429 Rahadian Pramaulidia Alfian Pindahan X-PIS2
35 18430 Raja Sanjay Agassy Pindahan X-PIS2










Jawaban dikirim ke-email ekoissmak94@gmail.com paling lambat tanggal 9 Juni 2016 Pukul 00.00.

Sabtu, 02 April 2016

Sepuluh Cara untuk Melatih Integritas sebagai Seorang Pendidik

Sepuluh Cara untuk Melatih Integritas sebagai Seorang Pendidik
 
A. Pengetian Intregritas

Integritas adalah mutu, sifat, dan keadaan yang menggambarkan kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)[1].

Pengertian Integritas Menurut Para Ahli [2] :
1. Henry Cloud
Menurut Henry Cloud, ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh dan terpadu di setiap bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas sangat terkait dengan keutuhan dan keefektifan seseorang sebagai insan manusia.
2. Ippho Santoso
Menurut Ippho Santoso, integiras sering diartikan sebagai menyatunya pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas memiliki makna berbicara secara utuh dan lengkap/sepenuh – penuhnya.
3. Andreas Harefa
Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten.

Jack Welch, dalam bukunya yang berjudul “Winning” mengatakan, “integritas  adalah sepatah kata yang kabur (tidak jelas). Orang-orang yang memiliki integritas  mengatakan kebenaran, dan orang-orang itu memegang kata-kata mereka.  Mereka bertanggung-jawab atas tindakan-tindakan mereka di masa lalu, mengakui  kesalahan mereka dan mengoreksinya. Mereka mengetahui hukum yang berlaku  dalam negara mereka, industri mereka dan perusahaan mereka – baik yang  tersurat maupun yang tersirat – dan mentaatinya. Mereka bermain untuk menang  secara benar (bersih), seturut peraturan yang berlaku. ”Berbagai survei dan studi  kasus telah mengidentifikasikan integritas atau kejujuran sebagai suatu  karakteristik pribadi yang paling dihasrati dalam diri seorang pemimpin.[3]

B. Integritas Seorang Pendidik
Integritas seorang pendidik memang dibutuhkan dalam pencapaian profesionalisme. Bukan hanya sekadar membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau administrasi lainnya. Akan tetapi wujud dari integrasi diri perlu diperlihatkan.
Integritas  merupakan gabungan dari moral dan nilai-nilai. Pendidik yang mengajar dengan integritas berarti ia mengajar dari lubuk hatinya yang terdalam, menyatu dengan siswa dan membangkitkan gairah mereka untuk senang belajar atau mencintai pelajaran. Pendidik yang memiliki kharisma semacam ini akan menikmati harmonisasi kehidupan daam dirinya dan betul-betul merasa bahagia dengan pilihan karirnya.
Menurut Paul Suparno, S.J. [4], contoh pendidik yang berintegritas rendah sebagai berikut :
  • Mengaku guru tersertifikasi, tetapi kalau mengajar hanya duduk dan membiarkan siswa ramai sendiri; dia jalan-jalan merokok di luar
  • Mengaku sebagai pendidik, ternyata datang terlambat, koreksi terlambat, tidak pernah meningkatkan kemampuan mengajarnya
  • Mengaku masih single, ternyata sudah punya anak 2
  • Mengaku mencintai siswa, ternyata waktu ada siswa jatuh dan alami kecelakaan, hanya diam berdiri saja tidak menolong
  • Mengatakan berkolega sama guru lain, nyatanya tidak pernah mau terlibat dalam percaturan bersama, selalu menyendiri, merasa hebat sendiri
Menurut Paul Suparno, S.J. [4], ciri-ciri pendidik yang berintegritas sebagai berikut :
  • Tanggungjawab dengan tugasnya sebagai pendidik
  • Memberikan yang menjadi hak dan kewajibannya
  • Terus belajar mengembangkan diri, sehngga professional
  • Mencintai siswa untuk maju
  • Sertifikasi: tanggungjawab pada perkembangan anak didik
  • Jujur, terus terang
  • Terbuka, apa adanya
  • Berani mengakui positif dan negatifnya
  • Mau kerjasama dengan sesama guru dalam pengembangan sekolah
  • Tidak menipu dalam proses laporan, pengembangan, dan sertifikasi
  • Omongan dan tindakannya sama, konsisten

Maka, untuk menjadi pendidik yang berintegritas, kita pelu melatih diri untuk mencapai tujuan integritas itu sendiri sebagai pendidik. Seperti dikutip dalam 55 Teaching Dilemmas [5], Sepuluh cara untuk melatih integritas :
  1. Kenali diri Anda sendiri. Butlah catatan yang berisi daftar tujuan profesional dan tujuan pribadi Anda sesuai prioritasnya sehingga Anda tahu persis mana yang paling penting buat Anda. Selanjutnya sesuaikan tujuan-tujuan tersebut dengan filosofi pendidikan Anda.
  2. Kerjakan masalah-masalah yang penting dengan hati-hati, bersiaplah untuk menjadi saksi atas apa yang Anda yakini itu.
  3. Bila berhadpan dengan konflik, cari waktu untuk memahami beberapa kemungkinan jalan keluar, termasuk pengaruhnya bagi diri Anda dan bagi orang lain. Anda selanjutnya akan membuat pilihan yang terbaik, yang sejalan dengan filosofi pribadi serta sistem nilai. Bertindak sesuai dengan dorongan hati dapat membahayakan integritas Anda sebagai seorang guru.
  4. Peganglah komitmen Anda. Kenalilah apa yang diharapkan dari Anda, lalu kerjakanlah bila waktu sudah memungkinkan.
  5. Anda hanya boleh membuat janji untuk hal-hal yang dapat Anda lakukan dan berusahalah dengan keras untuk menyelesaikan semua pekerjaan Anda hingga selesai.
  6. Mengajarlah dengan cara-cara yang dapat mencerminkan diri Anda sebenarnya, ketertarikan dan kepercayaan Anda, serta apa saja yang membuat Anda mudah tersinggung/terluka.
  7. Tunjukkan tanggungjawab intelektual Anda. Perbarui terus pengetahuan Anda dengan hadir dalam konferensi-konferensi dan lokakarya.
  8. Praktikkan atau latihlah pepatah kuno : Bila Anda tidak dapat mengatakan sesuatu yang baik, lebih baik tidak berkata apapun.
  9. Hargailah siswa Anda dengan pendekatan pribadi bila Anda ingin membicarakan masalah-masalah khusus dengan mereka. Katakanlah kepada mereka secara jujur apa yang ingin Anda katakan.
  10. Sejauh kemampuan Anda, lakukan dan jadikanlah Anda guru yang terbaik dan pribadi yang menikmati pekerjaan tanpa ambivalensi [6].
Sumber :
[1] http://kbbi.web.id/integritas
[2] http://pengertiandefinisi.com/pengertian-integritas-menurut-pandangan-para-ahli/
[3] http://ot.id/tips-profesional/integritas-dan-komitmen-dalam-bekerja
[4] https://repository.usd.ac.id/1263/1/1606_20150723+integritas+bsd.pdf
[5]Kathy Paterson, (2007), 55 Teaching Dilemmas (55 Dilema dalam Pengajaran), PT. Grasindo, Jakarta
[6] https://id.wikipedia.org/wiki/Ambivalensi

(Nit)
Sumber dari :http://wacana.siap.web.id/2016/04/sepuluh-cara-untuk-melatih-integritas-sebagai-seorang-pendidik.html#.Vv9sgF4xHCM