Hosting Murah

Hosting Unlimited Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 November 2015

Contoh Soal UKG-UKA 2015

Contoh Soal UKG-UKA 2015
Berikut prediksi contoh soal UKG-UKA 2015 dan download contoh soal UKA/UKG 2015 sebagai bahan belajar dalam rangka persiapan menghadapi Soal UKA/UKG 2015 yang sesungguhnya, berikut link Contoh Soal Uji Kompetensi Guru  2015, silahkan unduh pada tautan di bawah ini :
Download Kisi-Kisi UKG Tahun 2015 Bagi Guru TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB Tahun 2015 Lengkap resmi dari Dirjen GTK, silahkan klik pada tautan ini.

Sumber : http://www.edukasippkn.com/2015/09/contoh-soal-ukg-uji-kompetensi-guru.html

Senin, 19 Oktober 2015

Latihan Ujian Nasional 2015-2016

Latihan Ujian Nasional 2015-2016
Untuk membantu para peserta Ujian Nasional tingkat SMA/MA sederajat kami sampaikan latihan soal UN SMA/MA yang bisa di download secara gratis!

Berikut latihan soal UN SMA/MA tahun 2016, yang sudah bisa diunduh :

Jurusan IPA

  1. Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  2. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  3. Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  4. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  5. Latihan Soal Matematika| Silakan unduh disini
  6. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Matematika | Silakan unduh disini
  7. Latihan Soal Fisika | Silakan unduh disini
  8. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Fisika | Silakan unduh disini
  9. Latihan Soal Kimia | Silakan unduh disini
  10. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Kimia | Silakan unduh disini
  11. Latihan Soal Biologi| Silakan unduh disini
  12. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Biologi | Silakan unduh disini

Jurusan IPS

  1. Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  2. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  3. Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  4. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  5. Latihan Soal Matematika| Silakan unduh disini
  6. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Matematika | Silakan unduh disini
  7. Latihan Soal Geografi | Silakan unduh disini
  8. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Geografi | Silakan unduh disini
  9. Latihan Soal Ekonomi | Silakan unduh disini
  10. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Ekonomi | Silakan unduh disini
  11. Latihan Soal Sosiologi| Silakan unduh disini
  12. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Sosiologi | Silakan unduh disini

Jurusan Bahasa

  1. Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  2. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  3. Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  4. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  5. Latihan Soal Matematika| Silakan unduh disini
  6. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Matematika | Silakan unduh disini

Jurusan Keagamaan

  1. Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  2. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  3. Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  4. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  5. Latihan Soal Matematika| Silakan unduh disini
  6. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Matematika | Silakan unduh disini
Sumber : http://ujiannasional.org/latihan-soal-un-sma-ma.htm

Selasa, 26 Mei 2015

Integrasi Padamu Negeri ke Dalam Dapodik Merupakan Keniscayaan

Integrasi Padamu Negeri ke Dalam Dapodik Merupakan Keniscayaan

Diposting Tanggal: 22 Mei 2015


Jakarta (Dikdas): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sering mendapat komplain dari pengelola pendidikan terkait sistem pendataan. Kemendikbud dianggap mengeluarkan dua sistem pendataan yang merepotkan sekolah, yaitu Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Padamu Negeri.

“Yang di data sama, tetapi aplikasinya berbeda,” jelas Hamid Muhammad, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendikbud, saat membuka acara Penyelerasan Fungsi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Gedung D lantai 3 Kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 April 2015.
Menurut Hamid, protes atas dua sistem pendataan ini telah menjadi isu berkepanjangan dan merebak luas terutama di media sosial. Bahkan ada yang mengadu langsung ke Mendikbud Anies Baswedan. Ia berharap hal ini segera diakhiri dengan mengintegrasikan Padamu Negeri ke dalam Dapodik.
Sementara Yul Yunazwin Nazaruddin, Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), mengatakan, eksistensi Dapodik sah secara hukum karena didukung oleh Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan. Sebaliknya, ia tak pernah menemukan dasar hukum legalitas Padamu Negeri baik berupa peraturan menteri maupun aturan lainnya.

Yul Yunazwin
Yul Yunazwin Nazaruddin (kanan) dan Sesditjen Dikdas Thamrin Kasman
Maka, Yul menambahkan, integrasi dua sistem pendataan tersebut merupakan suatu keniscayaan. Padamu Negeri diintegrasikan ke dalam Dapodik. “Kami hanya ingin menyatukan pendataan. Kami akan mengambil yang baik-baik di Padamu Negeri agar tidak terjadi dua kali pengumpulan data,” kata Yul.
Di lapangan, pihak yang merasa keberataan dengan kehadiran dua sistem pendataan adalah operator sekolah. Menurut I Gusti Ngurah Rai Dwipayana, operator Dapodik di Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Bali, seorang operator sekolah bertanggung jawab atas beberapa aplikasi.
“Satu operator terlalu banyak kerjaan,” ujarnya saat ditemui di selaTraining of Trainer Sistem Pendataan Pendidikan Dasar di Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 10 April 2015. Akibatnya, kinerja mereka menurun dan tidak bisa optimal.
Para operator, lanjut Ngurah, berharap Kemendikbud hanya menggunakan satu sistem pendataan yaitu Dapodik. Sebab Dapodik digunakan sebagai basis data dalam berbagai program pemerintah seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), penyaluran tunjangan guru, dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Peran LPMP
Selain membahas Dapodik, Hamid juga mengulas peran LPMP. Mendikbud, katanya, dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa LPMP merupakan institusi yang memandu program peningkatan mutu pendidikan di daerah. “Semua kegiatan yang terkait peningkatan mutu harus disimpulkan pada kegiatan LPMP,” tegasnya.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tambah Hamid, secara administratif telah menempatkan LPMP di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan begitu, diharapkan koordinasi antarlembaga dapat lebih mudah dilakukan.
Acara Penyelerasan Fungsi LPMP dihadiri oleh pejabat eselon I dan II di lingkungan Ditjen Pendidikan Dasar dan Ditjen Pendidikan Menengah serta para Kepala LPMP se-Indonesia. Acara diisi dengan paparan dan diskusi bertema Revitalisasi Fungsi Pendataan Pendidikan, Strategi Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Strategi Penjaminan Standar Pengajaran, dan Sinkronisasi Fungsi Penjaminan Mutu Pendidikan.* (Billy Antoro). Sumber berita www.dikdas.kemdikbud.go.id

Senin, 23 Maret 2015

JADWAL UJIAN NASIONAL 2014/ 2015




JADWAL UJIAN NASIONAL Berdasarkan POS UN No. 0031/P/BSNP/III/2015

TAHUN PELAJARAN 2014/2015







No Ujian Nasional Pukul Program
Utama Susulan IPA IPS Bahasa
1 Senin, Senin, 07.30-09.30 Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia
13 April 2015 20 April 2015 10.30-12.30  Kimia Geografi  Sastra Indonesia
2 Selasa, Selasa, 07.30-09.30 Matematika Matematika Matematika
14 April 2015 21 April 2015 10.30-12.30  Biologi  Sosiologi  Antropologi
3 Rabu, Rabu, 07.30-09.30 Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa Inggris
15 April 2015 22 April 2015 10.30-12.30  Fisika  Ekonomi  Bahasa Asing








JADWAL TRYOUT BERSAMA UJIAN NASIONAL KOTA BLITAR

TAHUN PELAJARAN 2014/2015







No Hari/ Tanggal Pukul Program

IPA IPS Bahasa
1   Senin, 07.30-09.30 Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia
30 Maret 2015 10.30-12.30  Kimia Geografi Sastra Indonesia
2   Selasa, 07.30-09.30 Matematika Matematika Matematika
31 Maret 2015 10.30-12.30  Biologi  Sosiologi  Antropologi
3   Kamis,  07.30-09.30 Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa Inggris
02 April 2015 10.30-12.30  Fisika  Ekonomi  Bahasa Asing







Silahkan klik disini seputar UN(POS UN, Kriteria Kelulusan, Kisi-Kisi UN 2015)

Sabtu, 14 Maret 2015

JADWAL PELAJARAN SMAK DIPONEGORO BLITAR MULAI 17 MARET 2015


Catatan : Jadwal ini mulai berlaku tanggal 17 Maret 2015, untuk jadwal hari senin tanggal 16 Maret 2015 masih menggunakan jadwal yang lama...

Kamis, 05 Maret 2015

Materi Pekan Ulangan TIK Kelas XII





Materi Pekan Ulangan TIK Kelas XII

1.   Ulangan Semester Genap :
a.   Pengertian perangkat lunak presentasi
b.   Macam-macam software presentasi
c.   Menunjukkan dan menggunakan menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak powerpoint (mulai dari menu Home, Insert, Design  dan Animation)
d.    Menunjukkan dan menggunakan menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak powerpoint (mulai dari Slide Show, Review, View, Add Ins dan Acrobat)
e.   Kelebihan dan kekurangan perangkat lunak presentasi
f.     Membuat teks dengan variasi table, diagram, variasi grafik dan gambar
g.   Membuat hyperlink
2.   Ujian Praktek :
a.   Ms Word (Paragraf, Tabulasi, mailmerge, font, font size, page setup)
b.   Ms Excel (Fungsi Statistika, teks, if, vlookup dan hlookup)
3.   Ujian Tulis Akhir Sekolah :
a.   Undang-undang HAKI
b.   Jaringan
c.   Teknik Pengkabelan
d.   Internet
e.   Ms Word
f.     Ms Excell
g.   Coreldraw
h.   Adobe Photoshop
i.     Powerpoint

Catatan :
Untuk download Ringkasan Materi Mailmerge silahkan download disini
Untuk download Ringkasan Materi Excell silahkan download disini
Untuk download Contoh soal Excell silahkan download disini
 
Blitar, 20 Pebruari 2015
Pengajar TIK



Eko Istanto, S.Pd

Selasa, 16 Desember 2014

Cara menampilkan password proteksi sheet pada Ms. Excel



Banyak di antara kita yang mendapatkan file excel untuk keperluan tertentu dengan proteksi sheet di dalamnya. Dengan di proteksi maka user atau kita yang meng-copy file tersebut tidak bisa melakukan perubahan atau yang edit yang lainnya di file tersebut.
Masalahnya adalah jika kita harus menambahkan atau memperbaiki file tersebut …. ?
Jalan satu – satunya adalah kita hilangkah proteksinya.
Berbekal petunjuk dari learn72. ini maka kita bisa dengan mudah menampilkan Password proteksinya.
Caranya dengan mengaktifkan Macro di Ms. Excel.
1. Buka file excel yang di password untuk proteksi sheet nya.
2. Tekan Alt + F11.
3. Klik Insert – Module
4. Paste kode di bawah ini .
Sub PasswordBreaker()
‘Breaks worksheet password protection.
Dim i As Integer, j As Integer, k As Integer
Dim l As Integer, m As Integer, n As Integer
Dim i1 As Integer, i2 As Integer, i3 As Integer
Dim i4 As Integer, i5 As Integer, i6 As Integer
On Error Resume Next
For i = 65 To 66: For j = 65 To 66: For k = 65 To 66
For l = 65 To 66: For m = 65 To 66: For i1 = 65 To 66
For i2 = 65 To 66: For i3 = 65 To 66: For i4 = 65 To 66
For i5 = 65 To 66: For i6 = 65 To 66: For n = 32 To 126
ActiveSheet.Unprotect Chr(i) & Chr(j) & Chr(k) & _
Chr(l) & Chr(m) & Chr(i1) & Chr(i2) & Chr(i3) & _
Chr(i4) & Chr(i5) & Chr(i6) & Chr(n)
If ActiveSheet.ProtectContents = False Then
MsgBox “One usable password is ” & Chr(i) & Chr(j) & _
Chr(k) & Chr(l) & Chr(m) & Chr(i1) & Chr(i2) & _
Chr(i3) & Chr(i4) & Chr(i5) & Chr(i6) & Chr(n)
Exit Sub
End If
Next: Next: Next: Next: Next: Next
Next: Next: Next: Next: Next: Next
End Sub
Jangan melakukan perubahan pada kode di atas.
5. Jalankan dengan cara teken tombol F5
6. Tunggu beberapa saat, password akan di tampilkan dalam PopUp di file excel.
Selamat semoga berhasil dan bermanfaat.
sumber : disini

Jumat, 05 Desember 2014

Perbedaan Classification dengan Clustering

Classification
Classification memiliki tujuan untuk mengklasifikasikan suatu data ke dalam kelompok kelas yang sudah ada. Tidak akan ada pembentukan kelompok baru. Dan biasanya prosesnya supervised. Dalam arti ada training yang dilakukan.
Salah satu pendekatan classification adalah pendekatan neural network. Dalam pendekatan ini, neural network dilatih dengan menggunakan data yang sudah diketahui untuk dimasukkan ke dalam kelompok data tertentu. Setelah pelatihan, prosesnya cukup sederhana, yaitu dengan memasukkan data baru (yang tidak termasuk dalam data training) ke dalam neural network, lalu neural network akan memberikan informasi termasuk ke dalam kelompok manakah data baru tersebut.
Contoh algoritma classification adalah nearest centroid dan k-nearest neighbor.
Nearest centroid
Algoritmanya :
-          Menghitung centroid untuk setiap kelas
-          Menghitung  jarak antara test sample dan setiap kelas centroid
-          Memprediksi kelas dengan metode centroid terdekat
K-nearest neighbor
K-nn (k nearest neighbour). Dalam hal ini setiap data baru akan dibandingkan dengan data training. Lalu 3 data training terdekat (misalkan kita ambil k = 3) dengan data baru akan diambil. Misalkan ketiga data tersebut masuk ke dalam kelompok 1, 2 dan 1, maka data baru tersebut dimasukan ke dalam kelompok 1 (seperti voting, karena suara yang terbanyak adalah 1, maka keputusannya adalah 1). Menggunakan prediksi dengan majority vote dengan jumlah yang ganjil.


Clustering
Algoritma clustering merupakan algoritma pengelompokkan sejumlah data ( N ) menjadi kelompok – kelompok data tertentu ( cluster ). Objek data yang terletak didalam satu cluster harus mempunyai kemiripan. Sedangkan yang tidak berada didalam satu cluster tidak mempunyai kemiripan.

Jenisnya :
a.       Hierarchical
Merepresentasikan semua jarak dari setiap data. Hasilnya berupa 1 cluster yang besar dan berbentuk herarchical tree.
Hierarchical ada 2 macam pendekatan yaitu agglomerative dan divisive
-          Agglomerative (buttom-up)
Agglomerative clustering merupakan suatu teknik hierarki clustering yang menghasilkan suatu rangkaian penurunan jumlah cluster pada setiap tahapan. Clustering yang terdapat pada setiap tahapan diperoleh dari tahapan sebelumnya dengan cara menggabungkan 2 cluster yang mempunyai kemiripan. Agglomerative clustering dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara yaitu : teori matriks (matrix theory) dan teori grafik (graph theory).
Algoritmanya : Menandai setiap item pada clusternya sendiri. Bergabung dengan cluster yang paling dekat. Estimasi kembali jarak antar cluster. Ulang untuk data ke 1 sampai n.
-          Divisive (top-down)
Algoritma devisive berkebalikan arah dengan metode agglomerative dimana algoritma ini menghasilkan suatu rangkain peningkatan jumlah cluster pada setiap tahapan. Clustering yang terdapat pada setiap tahapan diperoleh dari tahapan sebelumnya dengan cara memecah suatu cluster tunggal menjadi 2 bagian.

b.      Partitioning
Contohnya : K-means clustering
Algoritmanya :
-          Tandai setiap item kelas pada 1 sampai k (secara acak)
-          Untuk setiap kelas 1 sampai k
Hitung centroid (rata-rata K)
Hitung jarak antara centroid dan setiap item
-          Tandai setiap item yang terdekat dengan centroid
-          Ulangi sampai tidak ada item yang ditandai kembali.

Perbedaan clustering dengan classification
Dataset yang digunakan pada clustering tidak menampilkan class / target attribute, sedangkan dataset yang digunakan pada classification mutlak harus menampilkan class / target attribute.
Pengetahuan yang dihasilkan oleh metode clustering berupa cluster, sedangkan pengetahuan yang dihasilkan oleh metode classification berupa selain cluster (bisa Decision Tree, Ruleset, Weight pada BackPropagation, dan lain-lain).
Clustering dipakai ketika tidak diketahuinya bagaimana data harus dikelompokkan. Jumlah kelompok diasumsikan sendiri tanpa ditentukan terlebih dahulu. Keluaran pendekatan ini adalah data yang sudah dikelompokkan. Sedangkan classification, terdapat informasi mengenai bagaimana data tersebut dikelompokkan. Kemudian dilakukan training pada sistem dengan data yang sudah diberikan label (ke dalam kelompok manakah data tersebut dikelompokkan), selanjutnya sistem akan mengklasifikasikan data-data yang baru ke dalam kelompok yang ada. Tidak akan ada pertambahan kelompok.
Secara formal clustering di definisikan sebagai suatu proses unsupervised untuk mengelempokan data yang memiliki karakteristik tertentu yang sama. Sedangkan classification digolongkan dalam proses supervised.
Supervised classification didasarkan pada ide bahwa pengguna (user) dapat memilih sampel pixel – pixel dalam suatu citra yang merepresentasikan kelas-kelas khusus dan kemudian mengarahkan perangkat lunak pengolahan citra (image processing software) untuk menggunakan pilihan-pilihan tersebut sebagai dasar referensi untuk pengelompokkan pixel-pixel lainnya dalam citra tersebut. Wilayah pelatihan ( training area) dipilih berdasarkan pada pengetahuan dari pengguna ( the knowledge of the user). Sedangkan klasifikasi tak terawasi (unsupervised classifications) merupakan pengklasifikasian hasil akhirnya (pengelompokkan pixel-pixel dengan karakteristik umum) didasarkan pada analisis perangkat lunak (software anaysis) suatu citra tanpa pengguna menyediakan contoh-contoh kelas-kelas terlebih dahulu. Komputer menggunakan teknik-teknik tertentu untuk menentukan pixel mana yang mempunyai kemiripan dan bergabung dalam satu kelas tertentu secara bersamaan.