Hosting Murah

Hosting Unlimited Indonesia

Kamis, 08 Agustus 2013

Nasib ... Oh Nasib....

Nasib guru swasta, saat ini sangat tidak berpihak kepadaku .... katanya mendapatkan tunjangan fungsional lewat rekening pribadi ternyata ya masih di ulur-ulur... sudah 2 tahun tunjangan fungsional ku tidak turun.... katanya salah nomor rekeninglah... yang nomor rekeningnya ndak jelas lah.... tapi setelah diurus ternyata masuk ke rekening orang lain dengan nama dan asal sekolah sama dengan yang ku punya.... terus aq tanya ke dikda kota katanya masih diurus.... dan terakhir aku tanyakan lagi katanya untuk tahun 2012 yang mengurus dinas provinsi.... dan untuk tahun 2013 yang mengurus dinas pusat..... terus aq bagaimana cara mengurus hak ku ini?????????

Senin, 24 Juni 2013

PENGUMUMAN KELAS XII SMAK DIPONEGORO BLITAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENGUMUMAN KELAS XII SMAK DIPONEGORO BLITAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

DIMOHON KEHADIRAN SISWA-SISWI KELAS XII KE SEKOLAH PADA: HARI : SABTU TANGGAL : 29 JUNI 2012 PUKUL : 07.00 WIB ACARA : CAP 3 JARI IJAZAH DEMIKIAN PEMBERITAHUAN SUPAYA DISEBARLUASKAN KE TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA

Jumat, 07 Juni 2013

PEMBERITAHUAN TERAKHIR UNTUK SISWA REMIDI TIK KELAS X-A S.D X-C

PEMBERITAHUAN TERAKHIR DAFTAR NAMA SISWA REMIDI TIK KELAS X-A S.D. X-C 
SMAK DIPONEGORO BLITAR 
SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2012/2013


No Kelas No Absen Nama UH-1 UH-2 Ulangan Semester
1 X-A 1 Ade Faisal V V V
2 X-A 4 Birgita Dara Maulidya H V

3 X-A 11 Dita Ayu Anggraini V

4 X-A 12 Elmyana Sukma Ningrum V V
5 X-A 20 Maria Ajeng Huyun V

6 X-A 22 Mei Lusiani V V
7 X-A 26 Rex Richard Sanjaya V
8 X-A 27 Ruth Febriani Hasugian


V
9 X-A 31 Wahyu Novitha Sari
V







10 X-B 7 Bella Agustine Yullyana P. V
11 X-B 8 Beni Krisna Bayu
V

12 X-B 9 Catarina Anggi Darmastuti V

13 X-B 10 Diana V

14 X-B 13 Ela Yustiyan

V
15 X-B 16 Jessica Intania V

16 X-B 17 Lisinia Arumjaya Shinta V

17 X-B 18 Mega Dwi Astari Poetri  V

18 X-B 19 Meidita V V
19 X-B 21 Novi Dwi Rengganis V V
20 X-B 25 Sinta Baharanti V V
21 X-B 26 Sonia Paramita Nasution V
V
22 X-B 28 Tri Wulandari V V V
23 X-B 29 Wenseslaus Salivian K. S V V
24 X-B 32 Olgha Yudha Andiany
V
25 X-B 33 Berryto Prio Utomo
V







26 X-C 17 New Arita Sari
V
27 X-C 20 Putri A Notanobun

V
28 X-C 31 Galih Rahayu Lestari
V V







Catatan:
  1. Untuk mengerjakan soal Remidi klik pada tanda V 
  2. Soal Remidi UH-1 dan UH-2 saya perpanjang sampai tanggal 7 Juni 2013 Pukul 23.00 WIB.
  3. Soal Remidi Ulangan Semester bisa anda Download sampai tanggal 7 Juni 2013 dan saya perpanjang pengumpulannya paling lambat tanggal 8 Juni 2013 Pukul 11.00 di lab Komputer
  4. Jika sampai batas waktu yang telah kami tentukan tidak mengumpulkan dan atau mengerjakan Ulangan Remidi maka nilai TIK dibawah KKM.
Good Luck !!!!! Good Luck !!!!!

Rabu, 05 Juni 2013

PEMBERITAHUAN KELAS XII SMAK DIPONEGORO BLITAR 2012/2013

PEMBERITAHUAN KELAS XII SMAK DIPONEGORO BLITAR 2012/2013 Sehubungan dengan keterlambatan blangko Ijazah dan SKHU diterima sekolah yang rencana Cap 3 Jari tanggal 7 Juni 2013 ditunda sampai ada pemberitahuan berikutnya. Terimakasih atas perhatiannya dan mohon untuk disebarluaskan ke teman2 kelas XII lainnya...

Selasa, 04 Juni 2013

Kejanggalan pada Kurikulum 2013

Kejanggalan pada Kurikulum 2013

JAKARTA- Koalisi Pendidikan bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan delapan kejanggalan pada kurikulum 2013 yang dijadikan pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melihat delapan kejanggalan ini, menunjukkan pemerintah tidak memiliki mekanisme pasti dalam mengubah kurikulum.

Peneliti ICW, Siti Juliantari Rachman, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi terkait proses perubahan kurikulum pendidikan ini. Dari investigasi terhadap berbagai narasumber ini, ditemukan delapan kejanggalan pada kurikulum 2013 yang menimbulkan berbagai pertanyaan.

"Perubahan kurikulum ini aneh. Selain tergesa-gesa, ada juga kejanggalan dari penyusunannya, guru, buku bahkan anggaran," kata Tari saat jumpa pers Kejanggalan Kurikulum 2013 di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Kejanggalan pertama adalah pemerintah menggunakan logika terbalik dalam perubahan kurikulum pendidikan. Pemerintah justru mengubah kurikulum terlebih dahulu baru diikuti dengan revisi Peraturan Menteri dan Peraturan Pemerintah.

"Harusnya kan pemerintah merevisi PP tentang standar nasional pendidikan dulu baru menyusun kurikulum baru. Ini sekarang standar nasional pendidikan justru mengikuti kurikulum 2013," jelas Tari.

Kejanggalan kedua adalah pemerintah tidak konsisten dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Proses perubahan kurikulum ini justru terlihat tidak terencana dan tidak terstruktur. Akibat perubahan kurikulum di luar RPJMN adalah anggaran yang ikut tidak pasti.

Masalah anggaran ini menjadi kejanggalan ketiga dalam kurikulum 2013 ini. Sudah pernah disebut bahwa anggaran perubahan kurikulum ini tidak pernah sama. Pada paparan pertama kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah menyebutkan anggaran kurikulum sebesar Rp 684 miliar. Namun kemudian berubah menjadi Rp 1,4 triliun dan naik kembali menjadi Rp 2,49 triliun.

Kemudian kejanggalan keempat adalah tidak ada evaluasi komprehensif terhadap KTSP yang dapat menjadi landasan adanya perubahan kurikulum ini. Selanjutnya kejanggalan kelima adalah panduan kurikulum yang malah membelenggu kreativitas dan inovasi guru serta penyeragaman konteks lokal.

"Semuanya disediakan pusat. Guru jadi terbatas dalam mengembangkan kreativitas dan konteks lokal kan berbeda tidak bisa diseragamkan," jelas Tari.

Kejanggalan keenam adalan target training master teacher yang terlalu ambisius. Hal ini mengacu pada durasi pelatihan dan jumlah guru yang akan dilatih cukup besar. Kejanggalan ketujuh adalah bahan perubahan kurikulum yang disampaikan pemerintah berbeda-beda.

"Tidak ada dokumen pasti. Pemerintah hanya memperlihatkan powerpoint saja yang terus bisa ditambah jika ada kekurangan. Jadinya dokumen berubah terus tidak pasti," ujar Tari.

Kejanggalan terakhir adalah persiapan buku yang jauh dari selesai. Buku yang disiapkan untuk siswa dan guru baru selesai 50 persen. Bahkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) buku yang siap baru buku Sejarah dan Matematika saja.
 
Editor : Caroline Damanik
sumber :  KOMPAS.com

Rabu, 22 Mei 2013

SOAL PERBAIKAN ULANGAN HARIAN KE-2 SEMESTER 2 KELAS X-A s.d. X-C

SOAL PERBAIKAN ULANGAN HARIAN KE-2 SEMESTER 2
KELAS X-A s.d. X-C


Untuk mengerjakan soal ulangan perbaikan harian ke-2 silahkan klik disini

Soal Ulangan Perbaikan Harian 1 Semester 2 Kelas X-A s.d. X-C

Soal Ulangan Perbaikan Harian 1 Semester 2 Kelas X-A s.d. X-C

Untuk mengerjakan Ulangan Perbaikan Harian 1 Semester 2 Kelas X-A s.d X-C silahkan klik disini

Jumat, 03 Mei 2013

Mengenal istilah 32-bit dan 64-bit pada komputer

Kita sering mendengar istilah 32-bit atau 64-bit pada komputer, itu maksudnya apa? Tulisan berikut ini mencoba menjelaskan tenant pegertian 32-bit dan 64-bit pada komputer. 32-bit dan 64-bit mengacu pada arsitektur processor. Processor 32-bit artinya register2 nya (unit penyimpanan data terkecil di dalamnya) berukuran 32 bit. Processor 64-bit artinya register2 nya berukuran 64 bit.

( Register2 inilah yang digunakan untuk melakukan macam2 operasi. Misalnya c = a + b, maka register “eax” akan me-load nilai dari “a” (di memory), kemudian pada register “eax” ditambahkan nilai dari “b”, lalu “eax” ditulis ke memory pada posisi variabel “c” )

Pengaruh ukuran register terhadap kecepatan:
Setiap proses baca/tulis dari memory (disebut dengan load/store) membaca/menulis informasi sebesar ukuran register; maka register 64-bit potensial membaca/menulis memory 2x kecepatan register 32-bit.
Tapi ini teoretis saja, karena kenyataannya prosesor juga menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal lain selain load/store, seperti pemrosesan matematis, vector-processing, dll.

Pengaruh ukuran register terhadap presisi:
Secara simplistik: Makin panjang register, makin banyak angka di-belakang-koma yang bisa dihitung secara akurat.
Sebagai gambaran: Misalkan resolusi bilangan real pada 32-bit adalah 0.0001, maka resolusi bilangan real pada 64-bit bisa mencapai 0.0000001 (jadi jauh lebih presisi).

Pengaruh ukuran register terhadap ukuran memori:
Salah satu dari sekian banyak register adalah “addressing register”. Addressing register (atau registers, kalau lebih dari satu) adalah register yang memiliki fungsi ‘menunjuk’ ke alamat tertentu dalam memory. Jangkauan (range) penunjukan ini disebut dengan istilah memory space.
Pada arsitektur 32-bit, addressing registers mampu ‘menunjuk’ posisi memory dari 0 s/d 4′294′967′295 (4 GiB – 1). Inilah yang mengakibatkan muncul “batasan 4 GiB” pada sistem berbasis arsitektur 32-bit.

Pada arsitektur 64-bit, addressing registers mampu ‘menunjuk’ posisi memory dari 0 s/d 18′446′744′073′709′551′615 (16 EiB – 1). Seperti kita lihat, tidak ada lagi ‘batasan 4 GiB’ pada sistem berbasis arsitektur 64-bit.

Pengaruh ukuran register terhadap dataset:
“Dataset” adalah istilah untuk ’seperangkat data yang di-load ke dalam memory untuk diproses dan (optionally) ditulis kembali ke hard disk’.

Sistem 32-bit terbatas pada dataset sebesar (2^32)-1, atau (4 GiB – 1). Mengingat sebagian memory harus digunakan untuk OS dan program database ybs, maka biasanya dataset nya hanya sebesar 1-2 GiB saja.

Artinya, sebuah database yang berukuran, katakanlah, 20 GiB (tidak asing dalam konteks perusahaan besar), harus diproses 10~20x.

Sistem 64-bit tidak memiliki batasan di atas. Dia dapat me-load dataset sebesar ketersediaan memory. Artinya, database 20 GiB di atas dapat di-load seluruhnya (asal memory mencukupi), diproses dalam sekali jalan saja.

Agar kita dapat memperoleh keunggulan sistem 64-bit, maka baik software dan hardware harus mendukung.

Software 32-bit jalan di hardware 64-bit tidak bisa memanfaatkan kelebihan arsitektur 64-bit. (Software hanya akan menggunakan 32-bit saja dari 64-bit yang tersedia; 32-bit sisanya tidak dikenali) ==> disebut mode 32-bit.

Sebaliknya, software 64-bit tidak bisa jalan di hardware 32-bit karena kebutuhannya akan lebar register 64-bit tidak bisa dipenuhi.

Windows XP 32-bit dan Windows Vista 32-bit adalah 2 sistem operasi yang masih beroperasi di mode 32-bit.

Windows XP 64-bit dan Windows Vista 64-bit adalah 2 sistem operasi yang mampu beroperasi di mode 64-bit.

AMD64 adalah terobosan (breakthrough) AMD dalam dunia processor x86.

Dahulu hingga prosesor Pentium 3, Intel bersikukuh menggunakan hanya arsitektur 32-bit pada processor x86. Intel menghabiskan uang jutaan dollar untuk mengembangkan arsitektur 64-bit yang samasekali baru (artinya: tidak kompatibel dengan dunia x86) dalam bentuk Intel ITANIUM.

AMD kemudian mengembangkan instruction set (dan arsitektur) dari processor x86 yang dibuatnya (AthlonXP) sehingga lahirlah Athlon64: Processor x86 yang memiliki arsitektur 64-bit.

Instruction set yang diperluas ini disebut AMD64 oleh AMD. Intel terpaksa melakukan cross-license, dan menggunakan instruction set tersebut juga (tapi dengan nama EMT64, bukan AMD64. Biasalah, masalah corporate pride…)

Saya tidak yakin dengan Mac OS X.
Tetapi Linux memiliki versi 32-bit dan versi 64-bit.
Contoh, Ubuntu yang ada di ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/hardy/
Ada versi AMD64 (64-bit) dan ada versi i386 (32-bit)

Kelebihan dan kekurangan?
Kita sudah melihat kelebihan dari arsitektur 64-bit. Sekarang kekurangannya:

Banyak Software 32-bit yang tidak bisa jalan di arsitektur 64-bit, khususnya driver.

Mengapa bisa begitu?
Komputer adalah benda yang sangat kompleks. Untuk bisa berguna bagi manusia, komputer perlu melakukan apa yang disebut “Input/Output” (I/O). Contoh I/O adalah kirim/terima data via LAN, kirim gambar ke Monitor via VGA Card, dll.

Nah, semua tindakan I/O membutuhkan buffer. Sebagai contoh, kita kenal “memory VGA” pada VGA Card; itu sebetulnya adalah buffer untuk membantu VGA Card menampilkan gambar di monitor.

Masalahnya, agar I/O bisa berlangsung dengan mulus dan cepat, ‘buffer’ ini perlu mendapatkan alamat. Dan alamat ini di ambil dari memory space. Hal ini terjadi meskipun komponen pelaksana I/O ini memiliki buffernya sendiri (contoh: VGA Card terbaru dari nVidia / ATI biasanya punya minimal 256 MiB RAM pada card nya). Tetap saja memori pada card tersebut akan dipetakan ke memory space.

Agar tidak bentrok dengan Sistem Operasi, yang biasanya di-load ke dalam memory ‘rendah’ (Bottom Memory = memory dengan alamat kecil), maka biasanya pemetaan buffer ini dilakukan di memory ‘tinggi’ (Top Memory = memory dengan alamat besar, atau dihitung mundur dari alamat memori terbesar (2^32)-1)

Catatan: Ini juga alasan yang menyebabkan RAM komputer kalau terpasang 4 GiB hanya akan bisa dipakai Max 3,25 GiB (atau kalau untung 3,5 GiB), ada yang ‘hilang’ karena ‘tertutupi’ oleh buffer dari komponen I/O.

Nah, pada arsitektur 64-bit, hal yang sama pun dilakukan: Buffer untuk I/O dipetakan ke Top Memory. Masalahnya, Top Memory pada arsitektur 64-bit jelas terletak pada posisi yang berbeda dengan Top Memory pada arsitektur 32-bit.

Driver adalah korban yang paling jelas; mereka berusaha mengakses Top Memory 32-bit, padahal lokasi buffer tidak di situ. Akibatnya: Crash.

Software2 lain yang juga coba-coba mengakses Top Memory secara langsung akan mengalami crash juga.

Lucunya, banyak game 32-bit yang malah jalan dengan tanpa masalah di sistem 64-bit; hal ini karena mereka tidak berusaha mengakses Top Memory secara langsung, melainkan meminta bantuan Microsoft DirectX Layer untuk mengakses fitur dari sebuah VGA Card.

Sumber