Hosting Murah

Hosting Unlimited Indonesia

Selasa, 22 Oktober 2013

FUNGSI EXCELL



Fungsi Excel
1.      Fungsi Aritmatika
Yaitu suatu fungsi dalam Excell yang dipergunakan untuk mengolah perhitungan aritmatika, antara lain:
a.       Fungsi Absolut, yaitu suatu fungsi yang berguna untuk memberikan nilai absolute/ harga mutlak terhadap sebuah nilai, dengan bentuk umum: =Abs(sel kunci), misalnya: =Abs(C5) artinya membuat nilai absolute dari kolom C baris ke 5.
b.      Fungsi Round, yaitu suatu fungsi untuk menentukan pembulatan desimal, dengan bentuk umum =Round(sel kunci, jml desimal), misalnya:
 =Round(D6,2) artinya data kolom D baris 6 angkanya dibulatkan ke seperseratus.
=Round(D6,0) artinya data kolom D baris 6 angkanya dibulatkan ke satuan.
=Round(D6,-2) artinya data kolom D baris 6 angkanya dibulatkan ke ratusan.
c.       Fungsi Exponen, untuk menentukan nilai Exponen dari suatu nilai, rumus =Exp(sel kunci).
d.      Fungsi Logaritma berguna untuk menentukan logaritma berbasis 10, rumus: =Log(sel kunci).
e.       Fungsi Sqiroot berguna untuk menentukan akar kuadrat dari suatu nilai, rumus:=Sqrt(sel kunci)
f.       Fungsi Sinus berguna untuk menentukan nilai sinus dalam fungsi trigonometri, dengan rumus: =Sin(sel kunci), dimana sel kunci tersebut dibaca dalam bentuk derajat.
g.      Fungsi Cosinus berguna untuk menentukan nilai cosinus dalam fungsi trigonometri, dengan rumus: =Cos(sel kunci), dimana sel kunci tersebut dibaca dalam bentuk derajat.
h.      Fungsi Tangen berguna untuk menentukan nilai tangen dalam fungsi trigonometri, dengan rumus: =Tan(sel kunci), dimana sel kunci tersebut dibaca dalam bentuk derajat.

2.      Fungsi Statistik
Yaitu suatu fungsi/ rumus yang digunakan untuk membantu menyelesaikan perhitungan statistik, antara lain:
a.       Fungsi penjumlahan
Jika data itu berurutan dalam satu range menggunakan rumus =sum(range) atau =sum(awal cell:akhir cell), misalnya: =sum(G5:G25) artinya menjumlahkan data angka dari kolom G baris 5 sampai dengan kolom G baris 25.
Jika data tidak berurutan menggunakan tanda plus (+), misalnya =C5+G5+R5 artinya menjumlahkan data angka dari kolom C baris 5 dengan kolom G baris 5 dan kolom R baris 5.
b.      Fungsi rata-rata
=average(range) atau =average(awal cell:akhir cell), misalnya: =average(B4:J4) artinya rata-rata data angka dari kolom B baris 4 sampai dengan kolom J baris 4
c.       Fungsi nilai tertinggi
=Max(range) atau =Max(awal cell:akhir cell), misalnya: =Max(D4:D16) artinya nilai tertinggi  dari kolom D baris 4 sampai dengan kolom D baris 16.
d.      Fungsi nilai terendah
=Min(range) atau =Min(awal cell:akhir cell), misalnya: =Min(D4:D16) artinya nilai terendah  dari kolom D baris 4 sampai dengan kolom D baris 16
e.       Fungsi banyaknya data
=Count(range) atau =Count(awal cell:akhir cell), misalnya: =Count(G5:G25) artinya banyaknya data yang berada di kolom G baris 5 sampai dengan kolom G baris 25.
ta yang berada di kolom G baris 5
3.      Fungsi String/ Teks
Yaitu suatu fungsi yang digunakan untuk mengambil dan mengubah, misalnya:
a.       Mengambil data dari sebelah kiri sebanyak karakter tertentu.
 = Left(sel kunci, jml yg diambil dari kiri) misalnya =Left(A5,3) artinya mengambil karakter dari kiri pada kolom A baris 5 sebanyak 3 karakter.
b.      Mengambil data dari sebelah kanan sebanyak karakter tertentu
= Right(sel kunci, jml yg diambil dari kanan) misalnya =Right(A5,3) artinya mengambil karakter dari kanan pada kolom A baris 5 sebanyak 3 karakter.
c.       Mengambil data dari sebelah kiri mulai karakter tertentu sebanyak karakter tertentu
= Mid(sel kunci, diambil mulai karakter ke-n dari kiri, jml yg diambil dari permulaan karakter tsb) misalnya =Mid(A5,7,2) artinya mengambil karakter dari kiri pada kolom A baris 5 mulai karakter ke-7 sebanyak 2 karakter.
d.      Mengubah tipe data label menjadi numeric
= Value(sel kunci) misalnya =Value(B6) artinya mengubah tipe data angka label pada kolom B baris ke-6 menjadi angka numeric.
Perbedaan antara angka label dan numeric, yaitu:
1.      Jika angka label kalau dijumlahkan dengan rumus penjumlahan akan menghasilkan angka nol, sedangkan angka numeric sesuai dengan hasil penjumlahan dari angka tersebut.
2.      Jika angka label dalam keadaan normal biasanya rata kiri, sedangkan angka numeric dalam keadaan normal biasanya rata kanan.
nyak karakter tertentu
 misalnya:
4.      Fungsi Logika (Fungsi penalaran)
Yaitu suatu fungsi yang menilai suatu kondisi itu benar atau salah untuk dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan berikutnya, dengan rumus:
=If(sel kunci syarat, jwb yg benar dari syarat tersebut, jwb yg salah dari syarat tersebut), misalnya
=If(B5>=65,”Tidak Remidi” ,”Remidi”) artinya nilai yang berada di kolom B baris 5 lebih besar sama dengan 65 maka tidak remidi selain itu remidi.
=If(B5=”A”,4 , If(B5=”B”,3 , If(B5=”C”,2 , If(B5=”D”,1 ,0)))) artinya jika nilai yang berada di kolom B baris 5 sama dengan A maka 4 ,jika nilai yang berada di kolom B baris 5 sama dengan B maka 3, jika nilai yang berada di kolom B baris 5 sama dengan C maka 2, jika nilai yang berada di kolom B baris 5 sama dengan D maka 1  selain 0.

5.      Fungsi Tabel
Yaitu suatu fungsi yang digunakan untuk mengambil data dari tabel Bantu berdasarkan pada sel kunci. Fungsi Tabel ada 2 (dua) macam yaitu : Fungsi Vlookup dan Hlookup.
a.       Fungsi Vlookup
Digunakan untuk mengambil data yang tabel bantunya disusun secara vertikal, dengan rumus:
=Vlookup(sel kunci, alamat tabel Bantu, no kolom dari tabel Bantu), misalnya:
=Vlookup(B5,$G$9:$J$12,2) artinya mengambil data berdasarkan kolom B baris 5 dari tabel Bantu kolom G baris 9 sampai dengan kolom J baris 12 pada kolom ke2 dari tabel Bantu tersebut.
b.      Fungsi Hlookup
Digunakan untuk mengambil data yang tabel bantunya disusun secara horizontal, rumus:
=Hlookup(sel kunci, alamat tabel Bantu, no baris dari tabel Bantu), misalnya:
=Hlookup(B5,$G$9:$J$12,2) artinya mengambil data berdasarkan kolom B baris 5 dari tabel Bantu kolom G baris 9 sampai dengan kolom J baris 12 pada baris ke2 dari tabel Bantu tersebut.
Catatan : Jika data pada tabel Bantu tidak berurutan maka harus diurutkan dengan cara blok data pada tabel Bantu dan pilih menu Data lalu Sort. Dan tentukan kunci pengurutan secara ascending (dari kecil ke besar) atau decending (dari besar ke kecil)

6.      Fungsi Finansial
Yaitu suatu fungsi hitung keuangan yang berkaitan dengan penyusutan depresi suatu aktiva, antara lain:
a.       Fungsi SLN (Straight Line Methode)
Yaitu penyusutan barang dengan metode garis lurus, dimana hasil setiap periode adalah sama besarnya. Rumus: =SLN(aktiva,sisa,umur)
b.      Fungsi DDB (Double Declining Balance)
Yaitu penyusutan barang dengan metode saldo menurun ganda, dimana besarnya penyusutan semakin lama semakin kecil dan berakhir dengan nilai sisa.
Rumus: =DDB(aktiva,sisa,umur,periode)
c.       Fungsi SYD (Sum Year Declining)
Yaitu penyusutan barang dengan jumlah angka tahun. Metode ini hampir sama dengan fungsi DDB, dimana besarnya penyusutan semakin lama semakin kecil dan kita harus menentukan “periode” nilai penyusutan yang akan dicari.
Rumus: =SYD(aktiva,sisa,umur,periode)

Kamis, 08 Agustus 2013

Nasib ... Oh Nasib....

Nasib guru swasta, saat ini sangat tidak berpihak kepadaku .... katanya mendapatkan tunjangan fungsional lewat rekening pribadi ternyata ya masih di ulur-ulur... sudah 2 tahun tunjangan fungsional ku tidak turun.... katanya salah nomor rekeninglah... yang nomor rekeningnya ndak jelas lah.... tapi setelah diurus ternyata masuk ke rekening orang lain dengan nama dan asal sekolah sama dengan yang ku punya.... terus aq tanya ke dikda kota katanya masih diurus.... dan terakhir aku tanyakan lagi katanya untuk tahun 2012 yang mengurus dinas provinsi.... dan untuk tahun 2013 yang mengurus dinas pusat..... terus aq bagaimana cara mengurus hak ku ini?????????

Senin, 24 Juni 2013

PENGUMUMAN KELAS XII SMAK DIPONEGORO BLITAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENGUMUMAN KELAS XII SMAK DIPONEGORO BLITAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

DIMOHON KEHADIRAN SISWA-SISWI KELAS XII KE SEKOLAH PADA: HARI : SABTU TANGGAL : 29 JUNI 2012 PUKUL : 07.00 WIB ACARA : CAP 3 JARI IJAZAH DEMIKIAN PEMBERITAHUAN SUPAYA DISEBARLUASKAN KE TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA

Jumat, 07 Juni 2013

PEMBERITAHUAN TERAKHIR UNTUK SISWA REMIDI TIK KELAS X-A S.D X-C

PEMBERITAHUAN TERAKHIR DAFTAR NAMA SISWA REMIDI TIK KELAS X-A S.D. X-C 
SMAK DIPONEGORO BLITAR 
SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2012/2013


No Kelas No Absen Nama UH-1 UH-2 Ulangan Semester
1 X-A 1 Ade Faisal V V V
2 X-A 4 Birgita Dara Maulidya H V

3 X-A 11 Dita Ayu Anggraini V

4 X-A 12 Elmyana Sukma Ningrum V V
5 X-A 20 Maria Ajeng Huyun V

6 X-A 22 Mei Lusiani V V
7 X-A 26 Rex Richard Sanjaya V
8 X-A 27 Ruth Febriani Hasugian


V
9 X-A 31 Wahyu Novitha Sari
V







10 X-B 7 Bella Agustine Yullyana P. V
11 X-B 8 Beni Krisna Bayu
V

12 X-B 9 Catarina Anggi Darmastuti V

13 X-B 10 Diana V

14 X-B 13 Ela Yustiyan

V
15 X-B 16 Jessica Intania V

16 X-B 17 Lisinia Arumjaya Shinta V

17 X-B 18 Mega Dwi Astari Poetri  V

18 X-B 19 Meidita V V
19 X-B 21 Novi Dwi Rengganis V V
20 X-B 25 Sinta Baharanti V V
21 X-B 26 Sonia Paramita Nasution V
V
22 X-B 28 Tri Wulandari V V V
23 X-B 29 Wenseslaus Salivian K. S V V
24 X-B 32 Olgha Yudha Andiany
V
25 X-B 33 Berryto Prio Utomo
V







26 X-C 17 New Arita Sari
V
27 X-C 20 Putri A Notanobun

V
28 X-C 31 Galih Rahayu Lestari
V V







Catatan:
  1. Untuk mengerjakan soal Remidi klik pada tanda V 
  2. Soal Remidi UH-1 dan UH-2 saya perpanjang sampai tanggal 7 Juni 2013 Pukul 23.00 WIB.
  3. Soal Remidi Ulangan Semester bisa anda Download sampai tanggal 7 Juni 2013 dan saya perpanjang pengumpulannya paling lambat tanggal 8 Juni 2013 Pukul 11.00 di lab Komputer
  4. Jika sampai batas waktu yang telah kami tentukan tidak mengumpulkan dan atau mengerjakan Ulangan Remidi maka nilai TIK dibawah KKM.
Good Luck !!!!! Good Luck !!!!!

Rabu, 05 Juni 2013

PEMBERITAHUAN KELAS XII SMAK DIPONEGORO BLITAR 2012/2013

PEMBERITAHUAN KELAS XII SMAK DIPONEGORO BLITAR 2012/2013 Sehubungan dengan keterlambatan blangko Ijazah dan SKHU diterima sekolah yang rencana Cap 3 Jari tanggal 7 Juni 2013 ditunda sampai ada pemberitahuan berikutnya. Terimakasih atas perhatiannya dan mohon untuk disebarluaskan ke teman2 kelas XII lainnya...

Selasa, 04 Juni 2013

Kejanggalan pada Kurikulum 2013

Kejanggalan pada Kurikulum 2013

JAKARTA- Koalisi Pendidikan bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan delapan kejanggalan pada kurikulum 2013 yang dijadikan pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melihat delapan kejanggalan ini, menunjukkan pemerintah tidak memiliki mekanisme pasti dalam mengubah kurikulum.

Peneliti ICW, Siti Juliantari Rachman, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi terkait proses perubahan kurikulum pendidikan ini. Dari investigasi terhadap berbagai narasumber ini, ditemukan delapan kejanggalan pada kurikulum 2013 yang menimbulkan berbagai pertanyaan.

"Perubahan kurikulum ini aneh. Selain tergesa-gesa, ada juga kejanggalan dari penyusunannya, guru, buku bahkan anggaran," kata Tari saat jumpa pers Kejanggalan Kurikulum 2013 di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Kejanggalan pertama adalah pemerintah menggunakan logika terbalik dalam perubahan kurikulum pendidikan. Pemerintah justru mengubah kurikulum terlebih dahulu baru diikuti dengan revisi Peraturan Menteri dan Peraturan Pemerintah.

"Harusnya kan pemerintah merevisi PP tentang standar nasional pendidikan dulu baru menyusun kurikulum baru. Ini sekarang standar nasional pendidikan justru mengikuti kurikulum 2013," jelas Tari.

Kejanggalan kedua adalah pemerintah tidak konsisten dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Proses perubahan kurikulum ini justru terlihat tidak terencana dan tidak terstruktur. Akibat perubahan kurikulum di luar RPJMN adalah anggaran yang ikut tidak pasti.

Masalah anggaran ini menjadi kejanggalan ketiga dalam kurikulum 2013 ini. Sudah pernah disebut bahwa anggaran perubahan kurikulum ini tidak pernah sama. Pada paparan pertama kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah menyebutkan anggaran kurikulum sebesar Rp 684 miliar. Namun kemudian berubah menjadi Rp 1,4 triliun dan naik kembali menjadi Rp 2,49 triliun.

Kemudian kejanggalan keempat adalah tidak ada evaluasi komprehensif terhadap KTSP yang dapat menjadi landasan adanya perubahan kurikulum ini. Selanjutnya kejanggalan kelima adalah panduan kurikulum yang malah membelenggu kreativitas dan inovasi guru serta penyeragaman konteks lokal.

"Semuanya disediakan pusat. Guru jadi terbatas dalam mengembangkan kreativitas dan konteks lokal kan berbeda tidak bisa diseragamkan," jelas Tari.

Kejanggalan keenam adalan target training master teacher yang terlalu ambisius. Hal ini mengacu pada durasi pelatihan dan jumlah guru yang akan dilatih cukup besar. Kejanggalan ketujuh adalah bahan perubahan kurikulum yang disampaikan pemerintah berbeda-beda.

"Tidak ada dokumen pasti. Pemerintah hanya memperlihatkan powerpoint saja yang terus bisa ditambah jika ada kekurangan. Jadinya dokumen berubah terus tidak pasti," ujar Tari.

Kejanggalan terakhir adalah persiapan buku yang jauh dari selesai. Buku yang disiapkan untuk siswa dan guru baru selesai 50 persen. Bahkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) buku yang siap baru buku Sejarah dan Matematika saja.
 
Editor : Caroline Damanik
sumber :  KOMPAS.com

Rabu, 22 Mei 2013

SOAL PERBAIKAN ULANGAN HARIAN KE-2 SEMESTER 2 KELAS X-A s.d. X-C

SOAL PERBAIKAN ULANGAN HARIAN KE-2 SEMESTER 2
KELAS X-A s.d. X-C


Untuk mengerjakan soal ulangan perbaikan harian ke-2 silahkan klik disini

Soal Ulangan Perbaikan Harian 1 Semester 2 Kelas X-A s.d. X-C

Soal Ulangan Perbaikan Harian 1 Semester 2 Kelas X-A s.d. X-C

Untuk mengerjakan Ulangan Perbaikan Harian 1 Semester 2 Kelas X-A s.d X-C silahkan klik disini

Jumat, 03 Mei 2013

Mengenal istilah 32-bit dan 64-bit pada komputer

Kita sering mendengar istilah 32-bit atau 64-bit pada komputer, itu maksudnya apa? Tulisan berikut ini mencoba menjelaskan tenant pegertian 32-bit dan 64-bit pada komputer. 32-bit dan 64-bit mengacu pada arsitektur processor. Processor 32-bit artinya register2 nya (unit penyimpanan data terkecil di dalamnya) berukuran 32 bit. Processor 64-bit artinya register2 nya berukuran 64 bit.

( Register2 inilah yang digunakan untuk melakukan macam2 operasi. Misalnya c = a + b, maka register “eax” akan me-load nilai dari “a” (di memory), kemudian pada register “eax” ditambahkan nilai dari “b”, lalu “eax” ditulis ke memory pada posisi variabel “c” )

Pengaruh ukuran register terhadap kecepatan:
Setiap proses baca/tulis dari memory (disebut dengan load/store) membaca/menulis informasi sebesar ukuran register; maka register 64-bit potensial membaca/menulis memory 2x kecepatan register 32-bit.
Tapi ini teoretis saja, karena kenyataannya prosesor juga menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal lain selain load/store, seperti pemrosesan matematis, vector-processing, dll.

Pengaruh ukuran register terhadap presisi:
Secara simplistik: Makin panjang register, makin banyak angka di-belakang-koma yang bisa dihitung secara akurat.
Sebagai gambaran: Misalkan resolusi bilangan real pada 32-bit adalah 0.0001, maka resolusi bilangan real pada 64-bit bisa mencapai 0.0000001 (jadi jauh lebih presisi).

Pengaruh ukuran register terhadap ukuran memori:
Salah satu dari sekian banyak register adalah “addressing register”. Addressing register (atau registers, kalau lebih dari satu) adalah register yang memiliki fungsi ‘menunjuk’ ke alamat tertentu dalam memory. Jangkauan (range) penunjukan ini disebut dengan istilah memory space.
Pada arsitektur 32-bit, addressing registers mampu ‘menunjuk’ posisi memory dari 0 s/d 4′294′967′295 (4 GiB – 1). Inilah yang mengakibatkan muncul “batasan 4 GiB” pada sistem berbasis arsitektur 32-bit.

Pada arsitektur 64-bit, addressing registers mampu ‘menunjuk’ posisi memory dari 0 s/d 18′446′744′073′709′551′615 (16 EiB – 1). Seperti kita lihat, tidak ada lagi ‘batasan 4 GiB’ pada sistem berbasis arsitektur 64-bit.

Pengaruh ukuran register terhadap dataset:
“Dataset” adalah istilah untuk ’seperangkat data yang di-load ke dalam memory untuk diproses dan (optionally) ditulis kembali ke hard disk’.

Sistem 32-bit terbatas pada dataset sebesar (2^32)-1, atau (4 GiB – 1). Mengingat sebagian memory harus digunakan untuk OS dan program database ybs, maka biasanya dataset nya hanya sebesar 1-2 GiB saja.

Artinya, sebuah database yang berukuran, katakanlah, 20 GiB (tidak asing dalam konteks perusahaan besar), harus diproses 10~20x.

Sistem 64-bit tidak memiliki batasan di atas. Dia dapat me-load dataset sebesar ketersediaan memory. Artinya, database 20 GiB di atas dapat di-load seluruhnya (asal memory mencukupi), diproses dalam sekali jalan saja.

Agar kita dapat memperoleh keunggulan sistem 64-bit, maka baik software dan hardware harus mendukung.

Software 32-bit jalan di hardware 64-bit tidak bisa memanfaatkan kelebihan arsitektur 64-bit. (Software hanya akan menggunakan 32-bit saja dari 64-bit yang tersedia; 32-bit sisanya tidak dikenali) ==> disebut mode 32-bit.

Sebaliknya, software 64-bit tidak bisa jalan di hardware 32-bit karena kebutuhannya akan lebar register 64-bit tidak bisa dipenuhi.

Windows XP 32-bit dan Windows Vista 32-bit adalah 2 sistem operasi yang masih beroperasi di mode 32-bit.

Windows XP 64-bit dan Windows Vista 64-bit adalah 2 sistem operasi yang mampu beroperasi di mode 64-bit.

AMD64 adalah terobosan (breakthrough) AMD dalam dunia processor x86.

Dahulu hingga prosesor Pentium 3, Intel bersikukuh menggunakan hanya arsitektur 32-bit pada processor x86. Intel menghabiskan uang jutaan dollar untuk mengembangkan arsitektur 64-bit yang samasekali baru (artinya: tidak kompatibel dengan dunia x86) dalam bentuk Intel ITANIUM.

AMD kemudian mengembangkan instruction set (dan arsitektur) dari processor x86 yang dibuatnya (AthlonXP) sehingga lahirlah Athlon64: Processor x86 yang memiliki arsitektur 64-bit.

Instruction set yang diperluas ini disebut AMD64 oleh AMD. Intel terpaksa melakukan cross-license, dan menggunakan instruction set tersebut juga (tapi dengan nama EMT64, bukan AMD64. Biasalah, masalah corporate pride…)

Saya tidak yakin dengan Mac OS X.
Tetapi Linux memiliki versi 32-bit dan versi 64-bit.
Contoh, Ubuntu yang ada di ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/hardy/
Ada versi AMD64 (64-bit) dan ada versi i386 (32-bit)

Kelebihan dan kekurangan?
Kita sudah melihat kelebihan dari arsitektur 64-bit. Sekarang kekurangannya:

Banyak Software 32-bit yang tidak bisa jalan di arsitektur 64-bit, khususnya driver.

Mengapa bisa begitu?
Komputer adalah benda yang sangat kompleks. Untuk bisa berguna bagi manusia, komputer perlu melakukan apa yang disebut “Input/Output” (I/O). Contoh I/O adalah kirim/terima data via LAN, kirim gambar ke Monitor via VGA Card, dll.

Nah, semua tindakan I/O membutuhkan buffer. Sebagai contoh, kita kenal “memory VGA” pada VGA Card; itu sebetulnya adalah buffer untuk membantu VGA Card menampilkan gambar di monitor.

Masalahnya, agar I/O bisa berlangsung dengan mulus dan cepat, ‘buffer’ ini perlu mendapatkan alamat. Dan alamat ini di ambil dari memory space. Hal ini terjadi meskipun komponen pelaksana I/O ini memiliki buffernya sendiri (contoh: VGA Card terbaru dari nVidia / ATI biasanya punya minimal 256 MiB RAM pada card nya). Tetap saja memori pada card tersebut akan dipetakan ke memory space.

Agar tidak bentrok dengan Sistem Operasi, yang biasanya di-load ke dalam memory ‘rendah’ (Bottom Memory = memory dengan alamat kecil), maka biasanya pemetaan buffer ini dilakukan di memory ‘tinggi’ (Top Memory = memory dengan alamat besar, atau dihitung mundur dari alamat memori terbesar (2^32)-1)

Catatan: Ini juga alasan yang menyebabkan RAM komputer kalau terpasang 4 GiB hanya akan bisa dipakai Max 3,25 GiB (atau kalau untung 3,5 GiB), ada yang ‘hilang’ karena ‘tertutupi’ oleh buffer dari komponen I/O.

Nah, pada arsitektur 64-bit, hal yang sama pun dilakukan: Buffer untuk I/O dipetakan ke Top Memory. Masalahnya, Top Memory pada arsitektur 64-bit jelas terletak pada posisi yang berbeda dengan Top Memory pada arsitektur 32-bit.

Driver adalah korban yang paling jelas; mereka berusaha mengakses Top Memory 32-bit, padahal lokasi buffer tidak di situ. Akibatnya: Crash.

Software2 lain yang juga coba-coba mengakses Top Memory secara langsung akan mengalami crash juga.

Lucunya, banyak game 32-bit yang malah jalan dengan tanpa masalah di sistem 64-bit; hal ini karena mereka tidak berusaha mengakses Top Memory secara langsung, melainkan meminta bantuan Microsoft DirectX Layer untuk mengakses fitur dari sebuah VGA Card.

Sumber